Marsilah Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Supriyadi Teman Dekatnya, Keluarga Curiga Korban Dianiaya

Marsilah (51) ditemukan meninggal dunia dalam sebuah rumah di Pedukuhan Tahunan, Karangduwet, Paliyan, Gunungkidul, Minggu (2/5/2021). Ia diduga menjadi korban penganiayaan. Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengatakan jasad Marsilah ditemukan di rumah milik Supriyadi.

Korban diketahui sudah meregang nyawa pada Minggu dini hari. "Saat itu Supriyadi hendak membangunkan korban untuk sahur, namun kondisi tubuhnya sudah kaku," kata Suryanto memberikan keterangan, Senin (3/5/2021) pagi. Marsilah merupakan warga Pedukuhan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan.

Supriyadi diketahui sebagai teman dekat dari wanita yang berprofesi sebagai petani ini. Berdasarkan keterangan yang diterima, sehari sebelumnya sekitar pukul 15.00 WIB Marsilah sempat pamit pada anaknya. Ia beralasan akan pergi ke Wonosari. Namun ternyata ia pergi ke rumah Supriyadi. Menurut Suryanto, hal itu diketahui dari keterangan Supriyadi sendiri.

"Menurutnya, pada malam hari korban sempat minta dikerok sekitar pukul 23.00 WIB," ungkapnya. Supriyadi sempat membawa jasad Marsilah kembali ke rumahnya dengan menggunakan mobil miliknya. Saat itu ia pergi bersama menantu korban. Terpisah, Kapolsek Paliyan AKP Edy Purnomo mengatakan keluarga Marsilah melaporkan kejadian tersebut ke aparat. Mereka merasa ada yang janggal dengan meninggalnya korban.

"Aparat langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP, Minggu kemarin," kata Edy pada wartawan. Ia mengatakan kasus ini sudah diambil alih Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gunungkidul. Penyelidikan terus berlangsung sembari menunggu hasil visum dari Polda DIY. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Marsilah tewas diduga karena menjadi korban penganiayaan.

Namun karena masih menunggu hasil visum, Edy pun belum bisa membeberkan penyebab pastinya. "Saya tidak bisa memberikan pernyataan lebih lanjut, mengingat (kasus) sudah diambil alih Polres Gunungkidul," jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Regional

OPM Tuding Guru yang Ditembak Mati di Papua Mata-mata TNI, Kodam Tunggu Perkembangan

Kelompok Bersenjata Papua menembak mati seorang guru di Distrik Beoga Kamis (8/4/2021) lalu. OPM menuding bahwa Oktovianus Rayo (42) yang ditembak adalah mata mata TNI. “Manajemen Markas pusat KOMNAS TPNPB telah terima laporan bahwa guru Sekolah Dasar yang ditembak mati di Beoga itu adalah mata mata TNI/Polri yang telah lama diidentifikasi oleh PIS TPNPB, oleh […]

Read More