Bunda, Simak Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak di Sini, ya!

Anak yang tumbuh optimal merupakan harapan semua orang tua. Tak heran ketika anak mulai malas makan, Bunda menjadi lebih khawatir terhadap pertumbuhan si kecil. Untung saja, Bunda bisa memberikan suplemen penambah nafsu makan anak yang terbuat dari bahan-bahan alami sebagai salah satu solusinya. Selain itu, Bunda sepatutnya mulai menerapkan beberapa tips berikut demi mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Apa saja tipsnya? Yuk, simak ulasannya dalam artikel ini, Bunda!

  • Biasakan anak untuk mengonsumsi ragam makanan

Tidak melulu berfokus pada satu dua jenis protein dan serat saja, namun anak juga harus dibiasakan untuk mau mengonsumsi ragam pangan yang baik untuk pertumbuhannya. Bunda dapat sesekali mengganti menu harian di rumah, dengan mengombinasikan berbagai macam protein seperti tempe dan daging ayam serta menambah varian sayur-mayur yang lezat untuk anak.

Pilih olahan makanan dengan bentuk dan warna yang ia suka juga bisa menjadi cara agar anak mau mengonsumsi makanan tanpa perlu dipaksa. Pastikan juga Bunda mengenalkan anak dengan beragam jenis buah sebagai camilan di sela-sela aktivitas dan lengkapi asupannya dengan segelas susu setiap hari.

  • Batasi anak dalam mengkonsumsi gula

Bukan rahasia lagi jika sebagian besar anak-anak gemar mengkonsumsi makanan manis yang mengandung banyak gula. Apalagi jenis makanan ini bisa ditemukan di berbagai camilan favorit anak, seperti selai, ice cream, minuman ringan, hingga kue. Jika anak mengkonsumsi dengan porsi yang cukup tentu tidak menjadi soal. Namun bagaimana jika ia mengonsumsinya secara berlebihan?

Gula tambahan pada makanan sejatinya hanya kalori kosong yang tidak mengandung nutrisi. Jika dikonsumsi berlebihan, gula justru akan menimbulkan masalah kesehatan pada anak, contohnya obesitas atau gangguan pertumbuhan lainnya. Untuk itu, Bunda bisa membatasi anak mengkonsumsi gula baik di rumah maupun di sekolah. Caranya dengan membekali anak makanan yang bergizi seimbang.

  • Temani anak melakukan aktivitas fisik

Anak usia balita hingga 6 tahun membutuhkan sejumlah aktivitas fisik yang cukup dan tidak berlebihan setiap harinya untuk menunjang perkembangan fisik dan juga mental anak. Selain itu, aktivitas fisik yang sesuai juga akan membantu anak menjaga berat badan idealnya agar terhindar dari obesitas.

Untuk itu, alih-alih memberikan anak gawai supaya tidak rewel, ajak dan temani anak untuk melakukan aktivitas fisik ringan di rumah maupun di luar rumah. Misalnya saja dengan bermain petak umpet, bersepeda di taman, hingga meluangkan waktu di akhir pekan untuk berkunjung ke tempat wisata. Ajak anak bermain dengan teman sebaya juga bisa Bunda lakukan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam bersosialisasi dengan orang lain, lho.

Selain ketiga tips di atas, sebetulnya ada banyak cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil. Namun yang pasti, selalu libatkan pasangan dalam setiap prosesnya agar anak merasakan kehangatan yang pantas ia dapatkan. Selain itu, Bunda juga wajib melakukan konsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan rekomendasi vitamin, makanan, dan aktivitas yang sesuai untuk anak. Semoga bermanfaat, ya, Bunda!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kesehatan

Ahli: ASI Eksklusif Bantu Tingkatkan Kekebalan Bayi dari Paparan Virus Corona

Air Susu Ibu (ASI) yang diberikan secara eksklusif disebut dapat meningkatkan kekebalan bayi dari paparan virus Covid 19. Plt Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kartini Rustandi mengatakan, diperlukan dukungan baik kepada ibu menyusui agar tetap bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, apapun status kesehatan sang ibu. Dikutip dari sumber yang sama, Satgas ASI Ikatan Dokter Anak […]

Read More
Kesehatan

Mengenal Kelenjar Endokrin dan Berbagai Gangguannya

Kelenjar endokrin merupakan jaringan kelenjar yang memproduksi dan melepaskan hormon untuk mengontrol berbagai fungsi tubuh. Tak terkecuali kemampuan tubuh mengubah kalori menjadi energi untuk sumber tenaga sel dan organ organ. Ada delapan kalenjar endokrin, yaitu kalenjar hipotalamus dan hipofsis di otak, kalenjar tiroid (gondok) di leher bagian depan, kalenjar paratiroid di dekat kalenjar tiroid. Kemudian […]

Read More